Mengingat setiap perlombaan pasti ada aturannya. Entah itu Moto GP, Formula 1, sampai lomba makan kerupuk. Perlombaan pasti ada aturan berguna sebagai Fair Play sebuah kompetisi. Debat dalam sebuah kompetisi lomba atau pertandingan biasa juga mempunyai itu.
Mungkin anda akan memulai dari pernyataan yang bersifat mendukung (afirmasi) dan terkadang anda malah menentang (negatif). Dalam perlombaan debat mungkin anda akan diajarkan untuk fleksibel dalam dua sisi berlawanan. Pada akhirnya yang menang adalah yang dapat mempertahankaan argumennya.
Sistem dalam perlombaan debat selalu sama. Pada mulanya anda akan memberikan penjelasan konstruktif pernyataan pembuka anda (entah itu afirmasi atau negatif) sekitar 8 menit. Selanjutnya anda akan diberi sekitar 5 menit untuk sesi bantahan pernyataan lawan. Setidaknya ada 3 menit setelah sesi bantahan untuk tanya jawab. Daripada bingung untuk ini saya membuat strukturnya:
[A] Pernyataan afirmatif (8min)
[N] Memberi pertanyaan pada tim A (3min)
[N] Pernyataan Negatif (8min)
[A] memberi pertanyaan pada tim N (3min)
[2A] Pernyataan afirmatif (8min)
[2N] Memberi pertanyaan pada tim A (3min)
[2N] Pernyataan Negatif (8min)
[2A] memberi pertanyaan pada tim N (3min)
[N] Bantahan Negatif (5min)
[A] Bantahan Afirmatif (5min)
[N] Bantahan Negatif (5min)
[A] Bantahan Afirmatif (5min)
Unsur
subjek yang terdapat dalam
debat setidaknya ada 3, yaitu peserta, juri, dan moderator:
Peserta
Pada setiap turnamen / perlombaan debat, para peserta biasanya terdapat minimal 2 orang untuk 1 tim. mereka akan bertemu / bertarung dengan lawan yang juga mempunyai struktur peserta sama. Beda dengan debat kusir dimana subjek dalam arti peserta tidak disesuaikan sama sekali. Dalam perlombaa debat tim debat terdiri dari 2 orang atau lebih yang berada dalam instansi yang sama (terkadang tidak).
Juri
Dalam perlombaan
debat juga ada sistem penjurian dimana juri berasal dari
keluarga peserta, guru peserta, dan pendengar - penonton acara perlombaan tersebut. Dimana peserta yang mendapatkan nilai kolektif terbanyak adalah yang menang.
Moderator
Sedangkan hakim (dalam hal ini adalah moderator) mempunyai peranan sebagai pembatas peserta debat. Terkadang para peserta tak terkontrol dalam berargumen atau keluar dari peraturan, maka sang wasit dapat memberitahu peserta.
Sedangkan
unsur objek adalah bahan / topik yang diperdebatkan. Banyak sekali topik sebagai bahan debat, akan tetapi penyesuaian dengan kondisi sangatlah bagus untuk itu. semisal kita akan membahas tentang topik hutan (main topic), kita dapat mengembangkan lagi secara mendalam seperti
permasalahan kebakaran hutan di kalimantan (sub topic). Terkadang pembahasan dengan gaya sub topic ini sangat mendalam dan juga dapat mengembang ke sub lainnya.
Bagi banyak orang, perdebatan merupakan suatu tindakan yang membosankan. Mengingat debat merupakan tindakan yang hanya "mempertahankan argumen" saja. orang - orang menganggap debat tidak berguna bagi kehidupan yang nyatanya debat malah menjadi momok (monster) yang perlu dihindari guna mendapatkan keseimbangan diri.
Dari sisi lain, orang percaya bahwa
debat merupakan wadah belajar menjadi seorang politikus atau ahli hukum (advokat, pengacara, jaksa, hakim, dls). Pada nyatanya beberapa survey membuktikan bahwa banyak orang melakukan debat karena itu. Selain kenyataan seperti itu, beberapa
manfaat yang kita dapat melalui debat antara lain:
- Mempertajam berfikir kritis
- Melatih pendengaran
- Melakukan penelitian untuk debat
- Pengolahan informasi / referensi terkait
- Mencoba pemikiran kreatif
- Melatih komunikasi agar lebih komunikatif
- Belajar persuasi
Pada setiap perdebatan anda akan merasakan menjadi seorang yang intelektual dan ideologis. Dengan menjadi itu, saya rasa seperti advokasi atau politis dapat anda capai sewaktu waktu. Mungkin juga disisi lain, keuntungan lebih akan anda rasakan sebagai pebisnis yang unggul atau seorang dosen yang bermartabat.
Dari beberapa manfaat diatas masih bisa dikembangkan lagi ke
manfaat - manfaat berikutnya. Saya dapat mengembangkan manfaat yang ada dan membagikan kepada anda pada posting berikutnya / yang sudah tercantum pada link tersebut.